|
|
Membuat target pribadi
Anda adalah pribadi yang unik, oleh karena itu anda harus membuat target pribadi, karena tingkat kerusakan mata beragam dan kemampuan untuk memperbaiki juga bermacam-macam. Tidak bisa anda membuat target dari mata (-) 4 menjadi (-) 2 karena bukan ukuran teoritis itu yang kita perhitungkan. Saya tidak memusingkan ukuran minus berapa, patokan saya adalah kemampuan mata saya, dan itu saya sendiri yang bisa mengenalinya, bukan diukur menggunakan kertas bertuliskan huruf tertentu dan diletakkan dalam jarak tertentu pula.
Ukuran (-) yang diderita setiap orang juga tidak sama. Ada orang yang (-) 2 masih santai saja mengemudikan mobil tanpa berkacamata, tetapi ada yang baru (-) 1 merasa akan menabrak barang-barang di dalam rumah jika tidak memakai kacamata. Itulah mengapa target harus disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Target pribadi disesuaikan dengan kerusakan mata anda, misalnya saya membat terget jika mengemudikan motor tidak memakai kacamata, atau saya dapat membaca tulisan di baliho yang ada dalam pandangan mata saat lampu merah berhenti. Bisa juga anda membuat target tidak memakai kacamata jika berada di dalam rumah, atau jika berjalan kaki.
Urutan target dapat disusun sebagai berikut (setiap orang bisa membuat sesuai kebutuhan dan tingkat kerusakan mata)
Melakukan aktivitas di dalam rumah tidak berkacamata
Melakukan aktivitas di luar rumah tidak berkacamata
Mengemudikan sepeda tidak berkacamata
Mengemudian motor tidak berkacamata
Mengemudikan mobil tidak berkacamata.
Jika anda membuat target secara bertahap seperti ini, anda akan merasa senang karena kemajuan terapi anda dapat dikatakan berhasil bila satu target berhasil terlampaui. Anda akan menjadi semakin bersemangat untuk melanjutkan ke target selanjutnya
Saya akan membagi pengalaman tentang target pribadi saya. Saya membuat target secara bertahap. Karena saya pemakai kacamata pasif, saya tidak mengalami kesulitan beraktivitas di dalam rumah tanpa kacamata. Target pribadi saya yang pertama adalah saya bisa mengemudikan motor tanpa berkacamata. Waktu yang saya butuhkan untuk mencapai target itu cukup panjang.
Walaupun saya pemakai kacamata pasif, tetapi saya sangat bergantung kepada kacamata untuk mengendarai sepeda motor, beraktivitas di dalam kelas dan menonton televisi. Sebelumnya saya sudah banyak membaca buku-buku tentang terapi mata dari praktisi dan dokter luar negeri. Saya menyampaikan hal seperti ini karena dari literatur di internet, dokter-dokter mata di Indonesia masih berkutat pada perawatan mata tradisional, yaitu memakai kacamata dan juga softlens.
Saya memerlukan waktu 3 bulan untuk bisa memahami buku ” Seeing Without Glasses”, “ Pengobatan Alamiah untuk Pemakai Kacamata” dan ”Terapi Mata”. Setelah itu 6 bulan kemudian saya baru bisa melepas kacamata. Diperlukan waktu yang cukup panjang bagi saya, setelah selama ini saya menerima begitu saja pendapat dokter bahwa kerusakan mata saya adalah faktor bawaan.
Kejadiannya begitu cepat dan spontan, saya sedang mengantri di salah satu bank nasional. Saya mengalami kondisi yang luar biasa tidak nyaman, capek, mata pegal dan pusing tiba-tiba menyerang. Tiba-tiba saja, saya merasa inilah saatnya saya harus melepas kacamata, saya segera melepas dan memasukkan ke dalam tas. Pandangan saya masih terasa kabur tetapi saya sudah merasa sedikit nyaman karena pegal dan pusing tiba-tiba berkurang dan bahkan hilang sama sekali. Saya berusaha sesantai mungkin, memejamkan mata dan mencoba sugesti positif yang selama ini sudah saya pelajari.
Tiba-tiba kepercayaan diri saya menjadi pulih dan saya yakin saya bisa pulang tanpa kacamata. Walaupun pada awalnya saya merasa canggung mengemudikan motor tanpa kacamata tetapi beberapa menit berikutnya saya sudah merasa percaya diri. Inilah awal dari keberhasilan saya melepas kacamata, dan hal tersebut memacu saya untuk melanjutkan target berikutnya.
Target berikutnya adalah bisa mengemudikan mobil tanpa kacamata. Pada awalnya saya tidak berani melepas kacamata saat mengemudi. Sampai pada suatu saat saya lupa memakai kacamata yang saya taruh di dashboard, selama menyetir itu saya merasa ada yang kurang, tetapi saya tidak tahu apa itu. Beberapa kilometer berjalan saya baru sadar, bahwa saya tidak berkacamata, tetapi ternyata saya bisa mengemudi sama baiknya dengan berkacamata.
Walaupun hanya memakai kacamata pada saat mengemudi, ternyata saya mengalami sakit kepala yang luar biasa setiap kali terlalu lama mengemudikan mobil. Rasa pusing yang luar biasa inilah yang memacu semangat saya untuk segera bisa lepas dari kacamata.
Target saya bisa tercapai dalam waktu yang relatif singkat. Selama itu pula mata saya mengalami kemajuan yang luar biasa. Tulisan di spanduk, baliho, outdoor yang biasanya tidak terbaca, pelan-pelan tetapi pasti sudah mulai bisa terbaca. Pandangan yang semula kabur menjadi semakin jelas. Pusing, pegal yang biasa menyerang jika saya mengemudi terlalu lama hilang sudah karena problem saya adalah kacamata. Jika problem itu hilang, maka hilanglah semua problem saya tentang mata.
Sampai sekarang saya mengemudi tanpa kacamata, hanya jika malam hari atau jika hujan lebat saja saya memakai, tetapi hal tersebut berarti kemajuan yang sangat pesat. Saya berhasil memutus ketergantungan terhadap kacamata dan yang lebih penting mata saya semakin hari semakin terasa nyaman dan sehat. Kacamata sekarang hanya saya letakkan di dashboard mobil, karena saya hanya membutuhkan kacamata pada saat yang sangat saya butuhkan.
Tentu saja anda tidak mungkin mencapai target-target yang anda buat sendiri tanpa melakukan terapi mata. Buatlah target dan lakukan terapi-terapi secara bertahap dan rasakan perubahan yang terjadi pada mata anda. Semakin anda bersemangat untuk melakukan, semakin cepat perbaikan mata yang anda rasakan. Satu perubahan positif sekecil apapun sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata anda. Mungkin di awal terapi anda tidak bisa langsung melihat dengan baik, tetapi jika anda merasa lebih nyaman, sakit kepala hilang, pegal di mata hilang, tegang di leher hilang adalah bukti awal bahwa terapi anda berhasil.
Saya ingin menekankan kepada para pembaca sekalian bahwa kesuksesan untuk menyembuhkan mata anda bukan sesuatu yang instan. Kesembuhan tidak bisa didapat dengan terapi pasif, dan membiarkan obat atau alat bekerja. Saya ingin menyampaikan bahwa mata minus bukan sesuatu yang begitu saja terjadi, tetapi berlangsung secara bertahap akibat kesalahan kita dalam memperlakukan mata. Terapinya tentu saja tidak akan berlangsung singkat dan pasif, tetapi lama dan anda yang harus aktif sendiri.
No comments:
Post a Comment